Pengertian Pembukuan Usaha, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Pengertian pembukuan yang perlu kamu ketahui (Foto:123rf.com)
Pengertian pembukuan yang perlu kamu ketahui (Foto:123rf.com)

Pembukuan berarti pencatatan yang dilakukan secara teratur. Jika yang dimaksud adalah pembukuan keuangan, maka bisa berarti pencatatan yang dilakukan secara teratur terkait transaksi keuangan perusahaan. Pengertian pembukuan bisa berbeda-beda tergantung hal atau jenis yang dicatat. Bisa jadi yang dicatat adalah keuangan sehingga menjadi pembukuan keuangan, atau pembukuan barang karena yang dicatat adalah keluar masuknya barang.

Apapun pengertian pembukuan yang kamu pahami. Pembukuan atau pencatatan keuangan menjadi hal yang penting ketika kamu menjalankan usaha. Tanpa pembukuan keuangan ini, kamu bisa kewalahan mengingat transaksi yang sudah terjadi dan kesulitan memahami kondisi keuangan perusahaan secara umum. Dengan pembukuan keuangan yang rapi, kamu dapat melacak kembali informasi di buku tersebut untuk membuat keputusan operasional, investasi, dan finansial lainnya.

Jadi apa pengertian pembukuan?

Pembukuan jika dilihat dari definisinya adalah:

-          Aktivitas pencatatan terkait transaksi finansial di suatu usaha atau bisnis (Kamus Oxford)

-          Pencatatan transaksi finansial dan merupakan bagian dari akuntansi di dalam bisnis atau organisasi. Pencatatan ini melibatkan sejumlah sumber dokumen untuk transaksi, operasional, dan kegiatan lain terkait bisnis. (Wikipedia)

Manfaat pembukuan

Dasar membuat pembukuan
Dasar membuat pembukuan

 

Selain untuk kebutuhan internal, membuat pembukuan yang akurat juga tak kalah pentingnya untuk kepentingan eksternal. Data keuangan ini akan dibutuhkan banyak pihak seperti bank, institusi keuangan lainnya, atau bahkan untuk mencari tambahan modal.

Ambil contoh, untuk mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR), bank membutuhkan catatan pembukuan atau laporan keuangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dari pembukuan ini, pihak eksternal bisa menilai seberapa besar risiko yang dijalankan usaha ini. 

Pada perusahaan besar dan sudah mapan, pembukuan usaha bisa dilakukan dengan merekrut akuntan. Namun, untuk perusahaan kecil, hal itu jarang dilakukan. Walaupun sedikit merepotkan namun pembukuan harus menjadi prioritas bagi usaha tertentu. Dengan pembukuan ini, maka setiap sen uang yang masuk atau keluar pun tetap harus dihitung agar tidak terjadi kesenjangan (mismatch) dengan pemasukan atau pengeluaran.

Pembuatan pembukuan yang memadai akan memberikan ukuran yang jelas bagi perusahaan mengenai performa usahanya. Pembukan ini juga menyediakan informasi sebagai dasar pertimbangan usaha, serta acuan untuk mencapai pendapatan dan keuntungan perusahaan. Karena itu, begitu usaha menjadi lebih besar dan berkembang, penambahan waktu dan uang yang dialokasikan untuk membuat pembukuan juga diperlukan.

Dasar pembuatan pembukuan

Untuk membuat pembukuan yang memadai, kamu perlu memilih terlebih dahulu dasar pencatatan yang mau diikuti. Ada dua metode pembukuan, yaitu dengan basis kas (tunai) atau dengan basis akrual. Perbedaannya terletak pada waktu pencatatan ketika uang masuk atau keluar.

  Basis Kas Basis Akrual
Definisi Pencatatan transaksi dilakukan hanya ketika ada uang tunai dibayarkan Pencatatan transaksi dilakukan ketika terjadi, baik dibayar tunai maupun belum ada pembayaran
Contoh: pembelian produk 100 item dan akan dibayar bulan depan Tidak perlu dicatat Perlu dicatat dengan catatan utang
 

Proses pembukuan

Proses pembukuan melibatkan empat langkah dasar.

1. Menganalisa transaksi finansial dan mencatatnya dalam sejumlah pos

2. Memasukkan pencatatan penerimaan dan pengeluaran

3. Memposting catatan uang ini ke dalam akun buku besar

4. Menyesuaikan catatan di akhir periode

Baca juga: 

Tips dan Cara Membuat Pembukuan Sederhana Tulis Tangan

Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil

3 Cara Membuat Buku Kas dengan Mudah dan Sederhana

Cara membuat pembukuan

Cara membuat pembukuan
Cara membuat pembukuan

 

Sistem pembukuan yang paling sering ditemukan adalah entri tunggal dan entri ganda. Keduanya memiliki perbedaan besar.

1. Entri tunggal (single entry)

Sistem entri tunggal adalah metode langsung, di mana pencatatan dilakukan satu kali per transaksi, baik itu pendapatan atau pengeluaran. Pencatatan ini biasanya dilakukan untuk memantau transaksi yang terjadi.

Dengan sistem tunggal ini pun, kamu sudah bisa membuat laporan laba-rugi. Caranya mudah, dengan mengurangi pendapatan dengan pengeluaran. Dari sana, kamu bisa mendapatkan angka untung atau rugi.

Karena pembuatannya sederhana, kamu tidak memerlukan tenaga formal untuk membuat pembukuan ini. Pembukuan entri tunggal ini cocok diterapkan oleh usaha kecil, dengan bisnis yang tidak melakukan pembelian dan penjualan dengan utang, serta tidak memiliki cadangan inventaris yang besar.

2. Entri ganda (double entry)

Sistem pembukuan entri ganda atau double entry paling sering ditemukan dalam pencatatan keuangan untuk perusahaan lebih besar.

Dengan sistem ganda, penghitungan transaksi menjadi lebih akurat. Selain itu, menghindari kesalahan yang terjadi. Tetapi, prosesnya lebih rumit karena harus memasukkan unsur debit dan kredit, yang mana keduanya harus memiliki nilai seimbang.

Dalam sistem ini, kamu bisa menggunakan sejumlah pilihan transaksi yang akan dimasukkan, yaitu: asset, liabilitas (utang), ekuitas (modal disetor), pendapatan, pengeluaran, untung, kerugian.  Cara kerja entri ganda yang menunjukkan keseimbangan yaitu: Aset = liabilitas + ekuitas

Jika usaha kamu menambah utang sebagai modal, maka aset kamu akan dihitung bertambah. Begitu pula jika modal disetor (bukan utang) oleh pemegang saham perusahaan ditambah, maka jumlah aset ikut naik.

Penutup

Demikian tadi pengertian pembukuan, manfaat pembukuan, dan cara membuat pembukuan secara singkat. Jadikan pembukuan sebagai prioritas di usaha kamu agar tata kelola perusahaan lebih baik. Sukses buat kamu!