Download sekarang
  • Media promosi

  • Pembukuan usaha

  • Info bisnis

  • Buku hutang

5 Contoh Pembukuan Keuangan, Lengkap dengan Cara Membuatnya

Contoh pembukuan keuangan lengkap dan cara membuatnya (Foto:123rf.com)
Contoh pembukuan keuangan lengkap dan cara membuatnya (Foto:123rf.com)

Pembukuan keuangan harian yang rapi adalah kunci keberhasilan bisnis. Dibandingkan dengan usaha yang perlu dikeluarkan untuk membuatnya, manfaat pembukuan keuangan harian lebih banyak. Tidak hanya bagi pebisnis besar, pembukuan harian juga diperlukan oleh mereka yang baru merintis bisnis. Dengan pembukuan yang rapi, kamu tidak hanya akan bisa mempertahankan usaha, namun membesarkannya. 

Mengapa pembukuan keuangan sangat penting?

Dari berbagai pengalaman, ada banyak pelaku usaha yang harus gulung tikar akibat transaksi keuangannya tidak tercatat dengan baik. Selain kerugian yang tidak jelas asalnya, tanpa contoh pembukuan keuangan yang baik, pebisnis tidak akan bisa melacak jenis-jenis transaksi yang menguntungkan. Jangan sampai kamu nombok terus-menerus tanpa hasil yang jelas.

Pembukuan keuangan akan membuat kamu mampu memantau catatan transaksi keuangan sehingga bisa menghindari masalah yang akan terjadi di masa mendatang. Apabila terjadi masalah, catatan keuangan bisa disusuri kembali untuk menemukan sumbernya.

Bahkan pembukuan keuangan juga bisa menjadi alat untuk mendapatkan modal usaha. Sebab, salah satu persyaratan wajib mendapatkan pendanaan perbankan adalah memiliki pembukuan keuangan secara berkala. Jadi kalau boleh disimpulkan, pembukuan keuangan merupakan salah satu resep ampuh untuk memperpanjang usia bisnis kamu.

5 Contoh pembukuan keuangan dan cara membuatnya

Contoh pembukuan keuangan yang lengkap
Contoh pembukuan keuangan yang lengkap

 

Setidaknya ada 5 contoh pembukuan keuangan harian yang perlu kamu pelajari. Jangan khawatir, artikel ini akan menunjukkan bagaimana cara membuat pembukuan harian yang mudah untuk dilakukan. Walau agak ribet, namun percayalah bahwa semuanya akan terbayar di masa depan.

1. Buku Kas Pengeluaran dan Buku Kas Pemasukan

Untuk membuat buku kas pengeluaran dan buku kas pemasukan, kamu wajib mencatat pengeluaran dan pemasukan secara terpisah. Menggabungkan langsung pengeluaran dan pemasukan ke dalam pembukuan besar adalah kesalahan umum yang terjadi. Pembukuan seperti itu bisa membuat kamu kebingungan.

Atau untuk memudahkan pencatatan, buatlah dua tabel pembukuan: Buku Kas Pengeluaran dan Buku Kas Pemasukan. Buku Kas Pengeluaran berisikan pengeluaran uang, seperti membeli stok barang, membayar tagihan pulsa atau listrik, atau membayar gaji karyawan.

Contoh Buku Kas Pengeluaran

Contoh buku kas pengeluaran
Contoh buku kas pengeluaran

 

Sedangkan buku kas pemasukan berisikan transaksi uang masuk, seperti hasil penjualan harian dan piutang yang dibayar pembeli, atau pemasukan sewa, dan pemasukan lainnya. Buku pemasukan ini sangat penting karena digunakan untuk mengukur penghasilan dari usaha yang dijalankan dalam periode tertentu. Buku ini bisa dievaluasi secara berkala, baik bulanan, tiga bulanan, atau tahunan.

Contoh Buku Kas Pemasukan

Contoh buku kas pemasukan
Contoh buku kas pemasukan

 

2. Buku Kas Utama

Setelah membuat buku kas masuk dan kas keluar secara terpisah, selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membuat pembukuan keuangan dengan menggabungkan keduanya dalam Buku Kas Utama. Dari buku kas utama ini, kita bisa mengukur keuangan, dengan membandingkan jumlah pemasukan usaha dan jumlah pengeluaran.

Guna dari Buku Kas Utama dalam pembukuan keuangan adalah melihat gambaran lebih luas mengenai kondisi keuangan. Dengan begitu, pelaku usaha bisa mempersiapkan langkah selanjutnya untuk mempertahankan pola transaksi atau menyusun anggaran penambahan dana.

Unsur yang penting dalam Buku Kas Utama yaitu tanggal, jenis transaksi, serta kolom debit dan kredit. Kolom debit dalam pembukuan keuangan usaha kecil berisikan pemasukan per transaksi. Sedangkan kolom Kredit mencantumkan pengeluaran per transaksi.

Contoh Buku Kas Utama

Contoh buku kas utama
Contoh buku kas utama

 

3. Buku Stok Barang (stock opname) dan Inventaris

Dalam usaha, modal tak melulu berbentuk uang. Persediaan barang dan peralatan yang kita miliki untuk menunjang usaha juga perlu dijaga. Buku Stok Barang berguna untuk melakukan pengawasan atas barang yang tersedia maupun yang keluar setiap harinya. Apalagi, barang stok termasuk barang yang mudah hilang. Kehilangan adalah kerugian bagi pelaku usaha.

Pembukuan stok barang bertujuan memantau persediaan agar operasional lancar. Selain itu, buku stok barang bisa menghindari risiko kehilangan barang, baik karena keteledoran, kelalaian, maupun kecurangan. Yang perlu diketahui, bersamaan dengan penjualan yang tinggi, maka pencatatan di buku stok barang juga makin sering.

Contoh Buku Stok Barang

Contoh buku stok barang
Contoh buku stok barang

 

Pembukuan inventaris sama perlunya dengan stok barang. Barang inventaris bisa diartikan sebagai barang milik perusahaan yang digunakan untuk menunjang tugas perusahaan. Ambil contoh, laptop, meja, kursi, alat tulis.

Sama seperti barang stok opname, barang inventaris juga sifatnya mudah hilang. Karena itu bisa menimbulkan kerugian jika keluar tanpa tercatat. Dalam Buku Inventaris, bisa juga dicatat perolehan barang yang dimiliki atau dikelola, baik yang berasal dari anggaran belanja, hibah, atau sumbangan.  

Contoh Buku Inventaris

Contoh buku inventaris
Contoh buku inventaris
 

4. Buku Utang-Piutang

Jika transaksi usaha melibatkan utang dan piutang cukup tinggi, pembukuan utang dan piutang sangat diperlukan. Pembukuan Utang untuk mencatat jumlah utang yang harus dibayarkan kepada pihak lain dalam periode tertentu. Pencatatan utang ini harus mencantumkan tanggal jatuh tempo untuk mengetahui kewajiban pelaku usaha. Dengan begitu, pelaku usaha bisa melihat kemampuan bayar utang dibanding uang yang masuk.

Berkebalikan dengan utang, Buku Piutang diperlukan untuk laporan pembayaran yang belum dilunasi pelanggan. Catatan ini akan mempermudah kita menagih piutang sesuai waktu.

Pembukuan utang-piutang menjadi penting untuk melancarkan arus kas. Meskipun penjualan berjalan lancar, piutang bertumpuk dan tidak tertagih dalam menghambat kembalinya uang modal. Begitu juga jika utang menumpuk, akan menjadi beban berat ketika membayar ketimbang mengatur dalam bentuk cicilan.

Contoh Buku Piutang Sederhana

Contoh buku piutang sederhana
Contoh buku piutang sederhana

 

5. Buku Laba-Rugi

Catatan mengenai laba atau rugi menjadi kesimpulan dari transaksi keuangan usaha kita saat periode akhir. Secara umum, dari buku catatan ini kita bisa melihat apakah usaha kita untung atau rugi.

Selain itu, pelaku usaha bisa membuat analisa ketika melakukan evaluasi. Misalnya, pengeluaran apa yang terbesar. Apakah terjadi besar pasak daripada tiang? Atau apakah terjadi kenaikan harga dari pemasok sementara kita menjual dengan harga tetap. Ini membuat pengeluaran lebih membengkak.

Kita juga bisa juga mengevaluasi, apakah usaha kita lebih sepi pembeli atau lebih ramai sehingga mempengaruhi penjualan. Jangan lupakan juga utang yang belum dibayarkan kepada pemasok dan juga piutang yang belum dibayarkan pembeli atau penyewa. Dengan begitu, kita memiliki pertimbangan dalam membuat keputusan usaha. Pembukuan Laba-Rugi dalam pembukuan keuangan usaha kecil ini juga bisa menjadi prediksi strategi selanjutnya untuk usaha.

Contoh Buku Laba-Rugi

contoh buku laba rugi
contoh buku laba rugi

 

Kesimpulan

Pembukuan keuangan menjadi hal penting dalam sebuah usaha. Untuk itu kamu perlu melihat contoh pembukuan keuangan dan cara membuatnya. Dengan begitu maka kamu akan bisa melakukannya dengan baik, tanpa kesalahan. Ingat! Pembukuan keuangan dapat digunakan sebagai alat menilai usaha kamu dan perencanaan ke depan. Dengan demikian, kamu bisa mengambil keputusan terbaik untuk pengembangan bisnismu. Selamat mencoba!

Yuk, mudahkan pembukuan usahamu dengan BukuMitra!

Download di Google Play Store