Contoh Laporan Penjualan Harian Toko yang Sederhana dan Mudah Diikuti 

Contoh laporan penjualan harian toko yang bisa kamu tiru (Foto:123rf.com)
Contoh laporan penjualan harian toko yang bisa kamu tiru (Foto:123rf.com)

Salah satu jenis usaha yang bisa menghasilkan keuntungan besar adalah perdagangan. Tidak harus bermodal besar, kamu bisa memulai bisnis dengan modal minimal seperti membuka toko kelontong atau toko pulsa sekalipun. Agar usaha kamu bisa berkembang, kamu perlu membuat laporan penjualan dengan teliti. Untuk memudahkannya, ikuti saja contoh laporan penjualan harian toko berikut ini. 

Ada banyak pilihan toko yang ingin kamu buat, baik itu toko kelontong, toko fashion, atau toko penjualan barang-barang plastik, toko mainan anak, hingga toko spare part dan aksesoris kendaraan bermotor. Dari bermacam jenis produk tersebut, banyak pemilik toko menjalankan usahanya sendiri, terutama di awal membuka usaha. Kamu mungkin harus menjalankan pencarian produk, pemasaran, penjualan, hingga mengurus barang retur sendirian.

Dengan banyaknya kegiatan, kamu mungkin melewatkan pembuatan laporan keuangan. Padahal, laporan keuangan harus menjadi prioritas juga dalam menjalankan usaha toko. Apalagi laporan mengenai penjualan harian. Dalam menjalankan bisnis, membuat penjualan adalah target utama. Dari penjualan, kamu akan mengumpulkan uang untuk modal selanjutnya, membayar operasional, dan sebagian menjadi untung.

Karena itu, kamu perlu membuat laporan mengenai penjualan harian toko. Dengan laporan penjualan ini, kamu bisa melihat tren penjualan. Laporan harian ini bisa dikelompokkan lagi hingga satu minggu menjadi laporan penjualan mingguan, atau dikelompokkan menjadi satu bulan dan menjadi laporan penjualan bulanan.

Pentingnya Laporan Penjualan Harian Untuk Toko

Pentingnya laporan penjualan
Pentingnya laporan penjualan 

Kegiatan jual beli dalam bisnis harus tercatat agar dapat mengambil tindakan bisnis terukur. Laporan penjualan atau sales report merupakan segala informasi mengenai penjualan yang tersusun rapi, mulai dari nilai penjualan, data pelanggan jika ada, serta perincian lainnya untuk dianalisis.

Biasanya, laporan penjualan ini berisikan informasi mengenai periode penjualan atau sales, harga jual barang, jumlah barang yang terjual, total penjualan masing-masing jenis, dan total transaksi penjualan keseluruhan.

Berikut menjadi alasan pentingnya membuat laporan penjualan harian untuk tokomu:

1. Menjadi bukti pertanggungjawaban

Laporan penjualan harian memperlihatkan terjadinya transaksi penjualan di toko. Pembukuan harus dilakukan secara harian agar bisa dimasukkan dalam laporan keuangan akhir

periode. Pembukuan penjualan harian ini juga bisa menghindari adanya kesalahan atau kecurangan dalam transaksi uang masuk ke perusahaan.

2. Menunjukkan kondisi usaha

Penyajian laporan penjualan memperlihatkan kondisi penjualan perusahaan. Dengan mengumpulkan angka penjualan setiap hari, kamu bisa melihat tren penjualan di toko, apakah sesuai dengan target yang kamu tetapkan. Dengan begitu, kamu juga bisa melihat prospeknya.

3. Menjadi bahan evaluasi

Kamu bisa menggunakan pencatatan harian toko untuk lebih cepat mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan. Jika ada penjualan yang tidak seperti biasanya, kamu bisa segera mengatasinya. Dengan begitu, kamu juga bisa mengantisipasi kerugian agar tidak jatuh lebih dalam.

Kamu juga bisa mengevaluasi laporan penjualan dengan rentang waktu lebih panjang, semisal di akhir bulan. Jika penjualan sedang tinggi, kamu bisa mempertahankan strategi penjualan saat ini. Jika penjualan mengalami penurunan, terutama dalam beberapa bulan secara berturut-turut, kamu bisa mengubah strategi penjualan saat ini.

Terakhir, pembukuan juga dapat kamu gunakan sebagai pengawasan jika uang tunai di tangan tidak sama dengan transaksi penjualan yang terjadi.

4. Mendorong produktivitas

Dengan pembukuan penjualan harian, kamu dapat melihat seberapa produktif toko kamu berjalan. Selanjutnya, kamu dapat mengatur strategi bisnis selanjutnya yang berujung pada peningkatan produktivitas.

5. Menunjukkan transparansi perusahaan

Penyajian laporan keuangan yang akurat menunjukkan kamu transparan terhadap kondisi keuangan toko. Jika kamu mencari pendanaan baru dari bank, kamu bisa menunjukkan laporan penjualan harian kepada bank sebagai salah satu syarat cairnya pinjaman.

Cara Menyusun Laporan Penjualan Harian Toko

Cara menyusun laporan penjualan harian toko
Cara menyusun laporan penjualan harian toko

Laporan penjualan harian bisa berisikan informasi mengenai transaksi penjualan baik tunai maupun non-tunai. Laporan penjualan bisa dilakukan dalam bentuk rangkuman penjualan dan dapat juga dipisahkan per pelanggan. Angka penjualan tidak akan sama setiap harinya, perlu mencatatnya secara teratur. Ini beberapa langkah untuk menyusun laporan penjualan harian toko:

1. Menentukan target pembaca laporan

Kamu harus mempertimbangkan orang yang akan membaca pembukuan penjualan ini. Karena itu, penting membuat laporan penjualan sesuai standar agar dapat dibaca dan dimengerti dalam jangka panjang dan oleh pihak lain.

Salah satu pihak yang membutuhkan laporan penjualan adalah pemilik usaha. Laporan penjualan dapat menjadi dasar evaluasi dan keputusan penting. Laporan penjualan juga dapat dibagikan kepada tim penjualan sebagai bahan evaluasi dan analisis target penjualan berikutnya.

Pihak lain yang membutuhkan laporan penjualan yaitu penanam modal, calon penanam modal, atai bank sebagai informasi kinerja usaha yang kamu jalankan.

2. Menentukan rentang pembukuan

Kamu bisa memilih membuat laporan penjualan toko dalam waktu harian, bulanan, atau kuartalan. Jika kamu membuat pembukuan penjualan harian, sertakan juga jam penjualan untuk memberikan informasi lebih detail.

3. Mengumpulkan bukti transaksi

Bukti transaksi diperlukan untuk menyusun secara teratur pembukuan keuangan harian. Urutkan bukti transaksi penjualan dari tanggal paling awal sampai tanggal terakhir di bulan tersebut. Pengumpulan data ini juga diperlukan jika suatu saat kamu perlu melacak transaksi penjualan tertentu.  

4. Melihat kembali posisi stok barang

Ketika barang terjual, akan ada pengurangan stok barang. Pencantuman stok ini pun bisa sekalian dilakukan setiap hari ketika terjadi transaksi penjualan. Ini membuat pengawasan kamu terhadap stok barang juga dilakukan lebih sering, sehingga menghindari adanya ketidaksesuaian antara barang stok dan barang yang sudah keluar di toko.

5. Menyiapkan analisis dari catatan penjualan harian

Angka penjualan harian akan memberikan gambaran mengenai kondisi usaha. Siapkan juga analisismu terhadap pembukuan penjualan harian untuk memberikan gambaran lebih lengkap

mengenai usaha tokomu. Misalnya, apakah tren penjualan secara keseluruhan naik atau turun. Dari sana, kamu bisa menentukan tren tersebut dan apa yang bisa kamu lakukan ke depan dengan hasil temuan tersebut.

Baca juga: 

Cara Membuat Pembukuan Akuntansi, Lengkap dan Mudah

Contoh Invoice Jasa Sederhana yang Mudah Diikuti

Cara Membuat Laporan Cash Flow dan Contohnya

Cara Membuat Laporan Penjualan Harian dan Contohnya

Cara membuat laporan penjualan harian toko
Cara membuat laporan penjualan harian toko

Pembukuan penjualan harian bisa dibagi dalam beberapa kolom. Kolom-kolom ini bisa disesuaikan kembali dengan kebutuhan pencatatan usaha kamu. Selama masih dapat dimengerti, kamu bisa menambahkan kolom lainnya yang diperlukan:

Kolom 1 untuk tanggal transaksi.

Dalam pencatatan harian, tanggal transaksi dilakukan di hari yang sama.

Kolom 2 untuk jam transaksi.

Kolom ini dapat memberikan informasi preferensi pelanggan melakukan pembelian setiap harinya.

Kolom 3 untuk barang yang ditransaksikan.

Catat secara rinci barang yang terjual. Ini akan membantu kamu untuk memeriksa stok barang.

Kolom 4 untuk bukti transaksi.

Catat juga bukti transaksi penjualan agar kamu bisa melacak transaksi ini sewaktu-waktu diperlukan.

Kolom 5 untuk jumlah transaksi.

Jumlah barang yang keluar juga perlu dicatat untuk membantu kamu mengecek stok barang.

Kolom 6 untuk harga jual barang.

Ini adalah harga jual yang kamu kenakan kepada pembeli.

Kolom 7 untuk pembayaran.

Ini merupakan. Nilai total yang dibayarkan oleh pembeli untuk sejumlah barang yang dibeli.

Kolom 8 untuk HPP (harga pokok penjualan)

HPP adalah harga modal barang yang kamu jual di toko. Untuk mendapatkan untung, tentu harga modal kamu harus lebih rendah daripada harga yang dikenakan kepada pembeli.

Kolom 9 untuk mencatat Untung.

Ini adalah keuntungan penjualan dari barang yang sudah terjual. Meskipun kamu memberikan diskon kepada pelanggan, pastikan harga barang setelah diskon tetap lebih tinggi dari modal kamu.

Contoh Laporan Penjualan Harian Toko 

Kesimpulan

Demikian cara menyusun pembukuan penjualan harian untuk toko. Kamu bisa mengelompokkannya dalam rentang waktu lebih panjang yaitu laporan keuangan mingguan dan bulanan. Dari transaksi harian, kamu bisa mengasah estimasi bisnis kamu menjadi lebih akurat. Dengan begitu, keputusan yang kamu buat untuk usaha kamu akan lebih realistis dan bisa tercapai. Maju terus usaha tokonya!