Download sekarang
  • Media promosi

  • Pembukuan usaha

  • Info bisnis

  • Buku hutang

Cara Mengisi Kwitansi Utang Piutang, Contoh, dan Manfaatnya

Cara menuliskan kwitansi utang piutang (Foto:123rf.com)
Cara menuliskan kwitansi utang piutang (Foto:123rf.com)

Pernah tidak kamu merasakan, hubungan pertemanan hancur gara-gara utang. Atau juga tetangga yang pura-pura lupa akan utang-utangnya. Utang piutang memang pedang bermata dua. Dia bisa memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain utang piutang bisa menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan. 

Untuk menghindari masalah hutang piutang di kemudian hari, maka ada baiknya kamu membuat kwitansi atau kata bakunya kuitansi utang piutang. Dengan kwitansi utang piutang, maka ada dokumen yang bisa menjadi pegangan nanti. Supaya lebih jelas, ini cara mengisi kwitansi utang piutang dan contohnya. 

Utang piutang, perlukah?

Kegiatan pinjam meminjam adalah hal yang lumrah dalam aktivitas perekonomian. Ada banyak alasan seseorang mencari pinjaman. Misalnya saat dalam keadaan terdesak atau saat mencari modal untuk usaha. Banyak kondisi yang mendorong seseorang mencari pinjaman.Kamu bisa mencari pinjaman dari lembaga keuangan resmi seperti bank atau Penanaman Modal Madani (PNM), koperasi, perusahaan multifinance (leasing), dan lembaga keuangan mikro lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas pinjam meminjam dilakukan secara tidak formal. Semisal kepada saudara atau teman.

Kamu juga pasti pernah terlibat dalam pinjam meminjam uang. Di saat terdesak, teman terdekat atau saudara mungkin kamu datangi untuk meminta dana talangan. Atau di kesempatan lain, kamu mungkin berada di posisi sebaliknya, yaitu memberi pinjaman uang. 

Meskipun tidak berasal dari lembaga formal, utang piutang bisa menjadi resmi jika ada perjanjian utang piutang yang sah. Perjanjian utang piutang ini perlu disertai dokumen dan tanda terima yang sah dalam prosesnya.  Salah satu dokumen yang dapat digunakan adalah kwitansi atau kuitansi utang piutang. Dalam selembar kuitansi, bisa dicatatkan adanya perpindahan uang dari pemberi pinjaman kepada pemohon pinjaman maupun sebaliknya. 

Bagaimana kuitansi dapat membantu proses utang piutang agar berjalan lancar dan membantu proses penyelesaian utang ketika maju sebagai perkara? Simak artikel ini sampai selesai agar kamu bisa mendapat gambaran pentingnya kuitansi utang piutang. 

Peruntukkan Kuitansi Utang Piutang

Kuitansi adalah dokumen atau surat tanda terima telah diterimanya sejumlah uang dari pemberi uang. Karena itu, kuitansi juga bisa digunakan dalam proses utang piutang, karena ada proses pemberian uang. Pemberian uang ini bisa dari pemilik dana (kreditur) kepada pemohon dana (debitur) saat memberikan uang pinjaman. Perpindahan dana ini juga bisa terjadi saat debitur membayar utangnya, baik seluruhnya atau sebagian, kepada kreditur. 

Umumnya, kuitansi utang piutang diterbitkan dari kreditur ketika debitur membayarkan utangnya. Kuitansi diterbitkan oleh kreditur sebagai tanda terima bahwa debitur sudah membayar utangnya, bisa untuk seluruh utang atau saat membayar cicilan. 

Tetapi, kuitansi utang piutang ini juga bisa diterbitkan oleh debitur saat menerima uang dana pinjaman dari kreditur. Ini karena tidak semua orang membuat perjanjian pinjam meminjam. Jika kamu tidak memerlukan perjanjian utang piutang yang panjang dan kompleks, kamu bisa menggunakan kuitansi sebagai alat bukti bahwa debitur telah menerima sejumlah dana dari kreditur. Kuitansi ini bisa menjadi tanda terima telah diterimanya uang tersebut.  

Alasan Kuitansi Utang Piutang Diperlukan

Manfaat kuitansi utang piutang
Manfaat kuitansi utang piutang

Utang piutang adalah perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban baik untuk kreditur (pemberi utang) ataupun debitur (pemohon utang). Intinya adalah pemberi utang memberikan sejumlah utang atau barang kepada debitur. Sedangkan debitur wajib mengembalikannya dalam waktu yang telah ditentukan beserta bunganya. 

Kegiatan pinjam meminjam sebenarnya adalah hal yang berisiko dilakukan. Karena, bisa saja ada masalah terjadi. Karena itu, diperlukan alat bukti untuk menghindarkan masalah 

Hal yang paling sering terjadi adalah ketika peminjam mangkir membayar utang. Dalam kasus ini, pemberi pinjaman harus bisa mengajukan bukti bahwa debitur telah meminjam sejumlah uang dan wajib memenuhi semua utangnya. 

Ada sejumlah alasan kenapa kreditur harus memiliki bukti telah meminjamkan uang kepada debitur. 

1. Sebagai bukti telah adanya dana yang diserahkan sebagai pinjaman.

Penulisan dalam kuitansi dapat dilakukan dengan jelas dan ringkas bahwa uang yang diterima oleh debitur merupakan dana pinjaman yang memiliki masa jatuh tempo. Kuitansi tersebut dapat menjadi dasar melakukan penagihan kepada debitur. 

2. Kreditur tidak bisa melakukan perampasan kepada debitur untuk membayar utang

Cekcok urusan pinjam meminjam ini dengan debitur bukan lagi rahasia umum di tengah masyarakat. Namun, sita jaminan secara paksa ini bisa menjadi bumerang bagi peminjam dana karena bertentangan dengan UU Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian, pencurian dengan kekerasan, atau perampasan. 

3. Sejauh ini, pemangkiran utang juga tidak bisa terkena pidana 

Jika kamu meminjamkan sejumlah uang dan debitur mangkir dalam pembayaran, kamu tidak bisa membawa ke ranah pidana. Menurut UU tentang Hak Asasi Manusia, tidak seorangpun boleh dipidana penjara atau kurungan atas alasan ketidakmampuan memenuhi kewajiban dalam perjanjian utang piutang. Kamu bisa melaporkan ke ranah pidana jika ada dugaan tindak penipuan. 

4. Kamu bisa membawa perkara mangkir pembayaran utang ke ranah perdata

Jika sampai harus memperkarakan ke pengadilan, kamu bisa membawa ranah utang piutang ke keperdataan. Sebagai tanda terima yang sah, kuitansi dapat diajukan sebagai alat bukti ke pengadilan telah terjadi utang piutang. 

Kuitansi Piutang Bagi Peminjam Utang 

Kuitansi piutang bagi peminjam
Kuitansi piutang bagi peminjam

Masalah dalam utang piutang bukan hanya persoalan peminjam utang yang mangkir. Peminjam uang yang lancar membayar utangnya pun pasti memiliki kekhawatiran tersendiri. Peminjam uang biasanya takut jika pembayaran utang atau cicilannya tidak tercatat dengan baik. Jangan sampai, dia harus membayar dua kali pinjaman karena kesalahan dari pihak kreditur. 

Dalam kasus ini, debitur memerlukan bukti bahwa dia sudah melakukan pembayaran utang atau cicilan kepada kreditur. Sebagai alat bukti telah adanya penerimaan dana, kuitansi utang piutang dapat membantu menangani masalah tersebut. 

Cara Mengisi Kwitansi Utang Piutang

Dalam mengisi kuitansi utang piutang, sangat penting untuk menuliskan informasi dengan lengkap. Ini akan menghindari masalah utang piutang di masa mendatang. 

Informasi yang harus ada dalam kuitansi antara lain:

- Nomor kuitansi agar tidak tertukar dengan kuitansi lainnya.

- Nama lengkap sesuai KTP, orang yang memberikan uang atau melakukan penyetoran uang.

- Jumlah uang yang diterimakan, ditulis dengan bilangan dan angka.

- Tanda tangan kedua belah pihak dan nama jelas kedua belah pihak.

- Pembubuhan cap untuk memperkuat kuitansi atau meterai bila diperlukan.

Berikut cara pembuatan kuitansi utang piutang:

1. Misalnya, Malik Alimsyah meminta bantuan pinjaman dana kepada Andy Wijaya Nurman senilai Rp 6,5 juta untuk memulai usaha kecil-kecilan. Andy bersedia memberikan dana tersebut. Andy dan Malik sepakat, utang tersebut akan dibayarkan paling lama lima bulan setelah pemberian utang tersebut. Dalam perjanjian ini, Malik berencana membayarkan utang dalam tiga kali pembayaran, yaitu senilai Rp 1 juta, Rp 2,5 juta, dan Rp 3 juta. Berikut cara membuat kuitansi untuk kedua belah pihak. 

Untuk pemberian dana pinjaman, Malik harus menerbitkan kuitansi yang menerangkan dia telah menerima dana Rp 6,5 juta dari Andy, dengan syarat dibayarkan paling lambat lima bulan setelah uang dan kuitansi diberikan. Berikut kuitansi yang harus diberikan Malik kepada Andy.

2. Di bulan berikutnya, Malik membayarkan angsuran pertama senilai Rp 1 juta kepada Andy. Atas pembayaran ini, Andy akan memberi tanda tangannya sebagai bukti telah menerima uang tersebut dari Malik. Di masa mendatang, kuitansi dapat membuktikan bahwa Andy telah menerima uang ini dari Malik sebagai angsuran pertama.

3. Sebulan kemudian, Malik kembali membayarkan sejumlah uang kepada Andy untuk pembayaran angsuran kedua. Nilainya Rp 2,5 juta. Pada kuitansi ini, Andy juga harus tetap mengingatkan jumlah sisa pinjaman yang harus dibayarkan oleh Malik sebagai pengingat pembayaran selanjutnya.

4. Untuk pembayaran selanjutnya, Malik memutuskan untuk melunasi utangnya sekaligus di pembayaran berikutnya. Maka, dalam kuitansi berikutnya, Andy sebagai pemberi pinjaman harus menuliskan dengan jelas bahwa Malik telah melakukan pelunasan utang, sehingga nilai utangnya menjadi habis. Berikut pengisian kuitansi utang piutang untuk pelunasan ini.

Hal-hal penting dalam mengisi kuitansi:

1. Jangan menandatangani kuitansi kosong karena dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

2. Selalu gunakan nama lengkap sesuai KTP. Penggunaan nama jelas akan berguna jika perjanjian utang piutang ini harus maju sebagai perkara pengadilan.

3. Bea meterai tidak wajib ditempelkan, kecuali untuk dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp 5.000.000.

Kesimpulan

Dari penjabaran di atas kamu bisa melihat pentingnya kuitansi dalam kesepakatan utang piutang. Dari situ bisa terlihat sejumlah fungsi kuitansi utang piutang, yaitu:

- Sebagai bukti telah diserahkannya sejumlah dana pinjaman kepada debitur.
- Sebagai bukti penerimaan dana dari kreditur kepada debitur.
- Sebagai bukti telah diterimanya dana pembayaran utang atau pelunasan dari debitur kepada debitur.
- Sebagai alat bukti yang sah di pengadilan.

Dengan mengisi kuitansi secara jelas dan dengan informasi sebenarnya, maka kuitansi dapat bernilai kuat di mata hukum. Pembuatan kuitansi dapat menghindarkan kedua belah pihak dari masalah yang muncul dari utang piutang ini. Jadi, jangan lewatkan menulis kuitansi saat berada dalam urusan utang piutang. 

Yuk, mudahkan pembukuan usahamu dengan BukuMitra!

Download di Google Play Store