Download sekarang
  • Media promosi

  • Pembukuan usaha

  • Info bisnis

  • Buku hutang

3 Cara Membuat Buku Kas dengan Mudah dan Sederhana

Cara membuat buku kas dengan mudah (Foto:123rf.com)
Cara membuat buku kas dengan mudah (Foto:123rf.com)

Tidak semua pengusaha tahu cara membuat buku kas yang benar. Walau penting, namun banyak yang tidak tahu dan menyerahkan seluruh urusan pencatatan keuangan tersebut ke karyawan. Walau terlihat merepotkan, namun pengetahuan mengenai cara membuat buku kas dengan benar sangat dibutuhkan. Selain sebagai tindakan preventif, mengetahui cara membuat buku kas akan menjadi ilmu berharga di kemudian hari. 

Apa itu buku kas?

Sebelum membahas cara membuat buku kas, ada baiknya kamu tahu apa itu buku kas. Buku Kas adalah jurnal keuangan yang berisikan catatan tentang penerimaan tunai dan pembayaran tunai, termasuk penyimpanan dan penarikan dana dari bank untuk keperluan usaha.

Jadi buku kas mencatat setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran yang dinilai dalam bentuk uang. Transaksi yang dicatat baik yang terjadi secara tunai maupun lewat rekening perbankan, seperti cek, kredit, sampai pembayaran elektronik. Kamu bisa membuat buku kas secara manual di buku. Kamu juga bisa membuat buku kas dengan menggunakan aplikasi catatan keuangan yang sekarang sudah banyak ditawarkan. Yang paling penting adalah catatan buku kas harus dibuat dengan konsisten, detail, mudah dibaca, dan baik. 

Baca juga: Cara Membuat Pembukuan Warung Sembako agar Usaha Minim Risiko

Manfaat buku kas 

Manfaat buku kas
Manfaat buku kas

 

Membuat buku kas yang detail dan konsisten akan menunjukkan kondisi umum finansial usaha kamu. Buku kas juga bisa dijadikan acuan untuk melihat mana pendorong penjualan paling besar, atau menemukan apa yang menyebabkan pengeluaran usaha paling besar.

Intinya, pencatatan transaksi dalam buku kas adalah penting dan memudahkan dalam pembuatan laporan keuangan di akhir periode, semisal di akhir bulan. Pembuatan buku kas juga bisa digunakan sebagai referensi banyak hal. Semisal, dalam pembuatan keputusan penting terkait usaha kamu. Setiap keputusan keuangan perusahaan akan bergantung pada kondisi keuangan yang dimiliki. Kondisi keuangan ini bisa dilihat dari catatan harian buku kas.

Jenis buku kas

Biasanya, kita hanya mengenal buku kas umum. Buku ini kita kenal dengan buku kas yang mencatatkan transaksi secara lengkap, baik itu buku kas masuk dan keluar. Selain buku kas umum, ada juga Buku Kas Pembantu. Buku kas pembantu memiliki peran yang berbeda-beda tergantung dari pencatatan yang dilakukan.

Contohnya adalah buku kas pembantu bank. Seperti namanya, buku ini memiliki fungsi berbeda karena hanya mencatat transaksi yang terjadi melalui layanan bank seperti ATM atau pembayaran mobile banking. Lalu ada juga Buku Kas Pembantu Pajak. Pencatatan dalam buku ini khusus terkait perpajakan. 

Baca juga: Contoh Buku Kas Bulanan dan Cara Membuatnya dengan Mudah

Cara membuat buku kas

Metode pembuatan buku kas
Metode pembuatan buku kas 


Ada beberapa metode atau cara membuat buku kas. Dari berbagai metode itu, pada dasarnya adalah memastikan tidak ada kesalahan atau ketidakseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Seperti diketahui setiap transaksi memiliki dua sisi, yaitu debit dan kredit. Biasanya, catatan mengenai penerimaan dicantumkan di sebelah kiri buku. Sedangkan semua pembayaran dicantumkan di sisi kanan. Ini 3 metode membuat buku kas:

1. Membuat buku kas dengan metode folio dua halaman

Folio dua-halaman ini dikenal juga dengan istilah check cash book. Sesuai Namanya, pembukuan ini melibatkan dua halaman. Setiap halaman akan mengandung unsur debit dan kredit. Halaman debit berguna untuk melacak penerimaan yang masuk dan asal uangnya. Nantinya, akan ada empat kolom di halaman debit:

-          Kolom 1 untuk tanggal saat uang masuk

-          Kolom 2 untuk keterangan uang masuk

-          Kolom 3 untuk bukti adanya uang masuk

-          Kolom 4 untuk jumlah uang yang masuk

Halaman selanjutnya berisi pernyataan kredit. Halaman ini untuk mencatat uang yang dikeluarkan. Pencatatannya harus dilakukan secara benar dan singkat. Halaman ini juga dibagi atas empat kolom:

-          Kolom 1 untuk tanggal saat uang keluar

-          Kolom 2 untuk mendeskripsikan uang keluar

-          Kolom 3 untuk bukti uang keluar

-          Kolom 4 untuk jumlah uang yang dikeluarkan

2. Membuat buku kas dengan metode folio satu-halaman

Buku kas ini lebih praktis ketimbang membuat buku kas dengan folio dua-halaman. Umumnya, usaha kecil dapat menerapkan pembukuan dengan cara ini. Semua informasi uang masuk dan keluar ada di satu halaman, sehingga mudah dilihat kembali dan menyingkat waktu pembuatannya.

Berbeda dengan folio dua halaman, pembuatan buku kas dalam folio satu halaman membutuhkan lima kolom:

-          Kolom 1 untuk tanggal

-          Kolom 2 untuk menggambarkan uang masuk atau keluar, serta keterangan singkat

-          Kolom 3 untuk bukti atau kuitansi adanya uang masuk atau keluar

-          Kolom 4 untuk sisa saldo

-          Kolom 5 untuk total pengeluaran

3. Membuat buku kas dengan metode tabelaris

Buku kas dengan model tabelaris mencantumkan lajur-lajur table dengan lebih dari satu halaman folio. Tabelaris memungkinkan kamu improvisasi untuk mengelompokkan pencatatan.

Pada halaman tabelaris bisa dicantumkan beberapa kolom antara lain:

-          Kolom 1 untuk tanggal transaksi

-          Kolom 2 untuk kode rekening jika ada

-          Kolom 3 untuk keterangan transaksi

-          Kolom 4 untuk debit atau transaksi uang masuk

-          Kolom 5 untuk kredit atau transaksi uang keluar

-          Kolom 6 untuk akumulasi pengeluaran atau pemasukan

-          Kolom 7 untuk sisa saldo

Baca juga: Buku Kas: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya

 

Contoh membuat buku kas

Ada berbagai contoh cara membuat buku kas. Tetapi, di sini kita akan mengambil dua contoh saja. Umumnya, pembuatan buku kas ini terdiri dari dua tipe, yaitu folio satu-halaman dan folio dua-halaman.  

Contoh membuat buku kas

Bapak Adi memulai bisnis di tahun 2019 dengan modal Rp 20 juta. Sebanyak Rp 10 juta, disimpan dalam bank sebagai deposito. Sisanya, Rp 10 juta dikeluarkan sebagai investasi usaha.

Dengan begitu, pencatatan buku kas menjadi:

Contoh buku kas
Contoh buku kas

 

Contoh pembuatan buku kas folio satu-halaman:

Contoh pembuatan buku kas folio satu halaman
Contoh pembuatan buku kas folio satu halaman

 

Contoh pembuatan buku kas folio dua halaman:

Contoh pembuatan buku kas folio dua halaman
Contoh pembuatan buku kas folio dua halaman

 

Selisih dari yang sebelah kiri dan sebelah kanan, menunjukkan jumlah uang tunai yang masih di tangan. Dalam toko alat tulis Pak Adi, sisa uang yang masih bisa digunakan untuk pengembangan usahanya sebesar Rp 9.513.000.

Kesimpulan

Mengetahui cara membuat buku kas bisa menjadi nilai tambah yang diperlukan untuk membuat bisnismu semakin maju ke depannya. Bahkan kamu bisa mengaplikasikan kemampuan tersebut untuk membuat buku kas sederhana, buku kas harian, buku kas kecil, atau buku kas bulanan rumah tangga. Jadi tidak ada salahnya mempelajari hal baru. Selamat mencoba!

Yuk, mudahkan pembukuan usahamu dengan BukuMitra!

Download di Google Play Store