Ketahui Ciri-ciri Spanduk agar Tepat Penggunaannya

Ciri-ciri spanduk yang baik (Foto:123rf.com)
Ciri-ciri spanduk yang baik (Foto:123rf.com)

Ketika kamu berjalan-jalan di sekitar, pastilah sering menemukan berbagai macam media promosi. Ada spanduk, banner, poster, umbul-umbul, sampai baliho. Namun, apakah kamu tahu sebenarnya, setiap media promosi ini memiliki ciri-cirinya sendiri, sehingga memiliki fungsi berbeda-beda pula.

Dari sekian banyak media promosi ini, spanduk adalah media yang paling sering ditemukan. Ini karena spanduk merupakan media promosi yang cukup murah. Pengerjaannya juga cepat, sehingga cukup populer dibanding media promosi yang lain. 

Banyak orang belum tahu ciri-ciri spanduk yang membedakannya dari media promosi cetak lainnya. Apalagi, kamu bisa menemukan spanduk dengan berbagai ukuran, sehingga membuat bingung apakah media tersebut masih tergolong spanduk. Jangan sampai, salah menggunakan spanduk atau media promosi lain yang ternyata tidak pas dengan kebutuhan kamu. 

Jadi, bagaimana membedakan spanduk dari sarana-sarana marketing lainnya? Simak penjelasan ciri-ciri spanduk di bawah ini berdasarkan definisi, bahan pembuatan, isi promosi, dan jenis-jenisnya. 

Ciri-ciri spanduk dari definisinya 

Ciri-ciri spanduk dan definisinya
Ciri-ciri spanduk dan definisinya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), spanduk adalah kain rentang yang berisi slogan, propaganda, atau berita yang yang perlu diketahui umum. 

Menurut pakar desain komunikasi visual, Didit Widiatmoko Soewardikoen, spanduk adalah salah satu media iklan yang terdiri dari unsur gambar (ilustrasi dengan tangan atau foto), digabungkan dengan unsur tertulis (huruf, kata-kata, dan kalimat) yang dirangkai sedemikian rupa untuk menarik atau memikat pembaca. 

Secara umum, spanduk merupakan kain rentang persegi panjang yang biasanya ditemukan di tepi jalan, berisi informasi berupa tulisan, gambar, dan warna, yang isinya perlu diketahui oleh umum. Selain itu, spanduk dapat dibawa atau dipindahkan sesuai dengan tempat yang diinginkan. 

Ada juga yang mendefinisikan, spanduk sebagai media promosi outdoor yang cukup terjangkau karena medianya terbuat dari kain atau bahan-bahan yang tahan dengan air dan cuaca. Biasanya, spanduk dipasang melintang di atas jalan, dinding ruko, pagar, dan tempat strategis lainnya. 

Ciri-ciri spanduk dari ukurannya

Ciri-ciri spanduk lainnya bisa dilihat dari ukurannya. Jika kamu ingin mencetak spanduk, tentulah harus menentukan dulu ukurannya. 

Lokasi penempatan spanduk bisa menjadi pertimbangan menentukan spanduk. Umumnya spanduk diletakan di tempat terbuka, sehingga membutuhkan kain rentang cukup lebar. Tapi, ada juga spanduk yang digunakan di dalam ruangan, sehingga ukurannya akan menyesuaikan kondisi dalam gedung.  

Spanduk dengan ukuran yang pas akan lebih enak dipandang dan mudah dilihat. Dengan begitu, informasi di dalamnya bisa tersampaikan dengan baik kepada publik. Misalnya, ketika ingin memasangnya di pinggir jalan raya, maka ukuran yang dibutuhkan bisa 2 x 4,5 meter. Sedangkan yang dibentangkan di pagar rumah sebagai penanda usaha rumahan, bisa lebih kecil. 

Spanduk yang berukuran besar bertujuan menarik perhatian publik di tempat terbuka yang luas. Sedangkan spanduk yang lebih kecil, biasanya bertujuan menarik perhatian di lingkup publik lebih sempit dengan memberikan informasi lebih ringkas. 

Ukuran spanduk yang sering digunakan antara lain:

  • 2 x 1,5 meter
  • 3 x 0,8 meter
  • 3 x 1 meter
  • 4 x 0,8 meter
  • 2 x 4,5 meter
  • 5 x 1 meter

Ciri-ciri spanduk berdasarkan bahan pembuatnya

Ciri-ciri spanduk berdasarkan bahannya
Ciri-ciri spanduk berdasarkan bahannya

Ciri-ciri spanduk bisa dilihat juga dari bahan pembuatnya. Dulu, spanduk hanya dicetak menggunakan bahan kain. Namun, sekarang sudah banyak bahan yang bisa digunakan untuk mencetak spanduk. Keberagaman bahan dasar spanduk ini juga memungkinkan kamu menyesuaikan pencetakan dengan bujet yang disediakan.

Bahan pembuatan spanduk bisa dipilih berdasarkan ukuran dan lokasi penempatannya. Jika digunakan di outdoor, tentu kamu ingin menggunakan bahan yang memiliki daya tahan baik terhadap cuaca. Berikut bahan spanduk yang bisa kamu gunakan:

- Bahan kain polyester A dan B

Kain polyester A dan B merupakan kain yang paling sering digunakan untuk spanduk tradisional. Bahan poly memiliki tekstur halus dan tidak kaku, sehingga bisa terlihat jelas di luar ruangan. Poly B memiliki anyaman lebih renggang dan daya tahan paling rendah. Sedangkan Poly A memiliki anyaman lebih rapat yang bisa digunakan untuk usaha. Kedua bahan ini lebih cocok digunakan untuk spanduk event dengan periode tertentu. 

- Kain TC 

Kain TC memiliki ketahanan yang cukup tahan lama karena kuat menahan terpaan angin. Jenis spanduk ini menggunakan tinta sublim sehingga menyatu dengan jenis bahan kain dan tidak  cepat pudar. Jenis kain ini cocok untuk kamu yang memiliki usaha seperti bubur ayam, sate, dan minuman kekinian yang sering dibongkar pasang. 

- Banner cloth

Banner cloth adalah bahan yang paling mirip dengan kain biasa. Namun, bahan ini bisa dipakai untuk mencetak spanduk secara digital printing. Bahan ini memiliki berat yang relatif ringan. Mirip kain, bahan banner cloth ini mudah dilipat dan dibawa. 

- Flexi China

Flexi China memiliki permukaan kasar, tidak terlalu tebal, dan memiliki serat. Flexi China lebih cocok digunakan untuk spanduk dalam ruangan karena kualitasnya cepat turun jika terkena air hujan dan sinar matahari. Gramasi yang biasanya digunakan untuk spanduk sekitar 230 – 400 gram. 

- Flexi Korea

Flexi adalah bahan yang paling sering digunakan untuk membuat spanduk kekinian. Bahan flexi yang cocok untuk luar ruangan adalah flexi Korea. Daripada flexi China, bahan flexi Korea memiliki tekstur lebih halus dengan cetakan yang terlihat jelas dari jauh. Kertasnya lebih tebal dan berdaya tahan jika terkena cuaca outdoor. Biasanya, gramasi yang digunakan yaitu 230 – 350 gram. 

- Albatros

Albatros memiliki tekstur yang lebih lembut dan halus, sehingga lebih cocok digunakan untuk spanduk indoor dan semi-indoor. Bahan albatros biasanya dicetak di atas spanduk dengan ukuran tidak terlalu besar. 

Ciri-ciri spanduk berdasarkan isinya

Ciri-ciri spanduk terlihat dari warnanya yang mencolok agar mudah dilihat dan dibaca. Karena umumnya cukup besar, pilihan jenis huruf, besar huruf, dan ukuran gambar harus disesuaikan. Berikut isi spanduk yang bisa kamu jadikan acuan:

- Memiliki desain untuk menyampaikan gagasan atau ide.

- Informasi ditulis dengan kalimat pendek.

- Menggunakan bahasa yang baik dan benar, tidak melanggar norma agama, kesopanan, kesusilaan, ketertiban umum, dan peraturan perundang-undangan. 

- Menggunakan huruf berukuran 30pt untuk spanduk berukuran besar. 

- Gambar merupakan background, pendukung tulisan, atau berupa logo usaha.

- Ada ruang kosong yang membuat tulisan dan gambar tidak salling bertumpuk dan mudah dibaca dengan cepat. 

Ciri-ciri spanduk berdasarkan penempatannya

Penempatan spanduk sebenarnya cukup fleksibel. Spanduk biasanya dipasang di pagar, digantung di bagian atas tempat usaha, ditempel di dinding. Cara memasang spanduk biasanya dipasang dengan cara membuat lubang kecil di setiap sudutnya untuk mengikat spanduk.

Namun, penempatan spanduk tidak bisa sembarangan karena berpotensi mengganggu ketertiban dan keindahan lingkungan. Kamu pasti melihat ada Satpol PP menertibkan spanduk yang ditempatkan di luar ruangan. Aturan penempatan spanduk ini bisa kamu lihat di aturan pemerintah daerah masing-masing. 

Beberapa spot yang tidak boleh kamu pasang spanduk seperti dipaku pohon, melintang di atas jalan, pagar pemisah jembatan, pegar pemisah jalan, jalanan, jembatan penyebrangan orang (JPO), halte, terminal, taman, tiang listrik dan ruang publik lainnya.

Kesimpulan

Demikian ciri-ciri spanduk yang bisa kamu temukan perbedaannya dibanding media promosi lainnya. Kamu bisa membedakan spanduk dari media promosi lainnya dari bentuk, ukuran, bahan pembuatan, isi, dan penempatannya. 

Di sisi lain, spanduk memiliki banyak kelebihan. Misalnya, proses pembuatannya tidak terlalu sulit dengan jangkauan target luas. Penempatannya juga fleksibel dan strategis. Jika terus dipasang, spanduk juga bisa dilihat secara berulang-ulang, sehingga mudah diingat oleh masyarakat. Hanya saja, kamu perlu ingat jangan menempatkan spanduk secara tidak beraturan atau di sembarang tempat karena dapat merusak keindahan lingkungan sekitar dan mengganggu ketertiban. 

Yuk, mudahkan pembukuan usahamu dengan BukuMitra!

Download di Google Play Store