Arti Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Cara Menghitungnya

Arti harga pokok penjualan dan cara menghitungnya (Foto:123rf.com)
Arti harga pokok penjualan dan cara menghitungnya (Foto:123rf.com)

Dalam menghitung keuntungan bisnis, kamu tidak bisa mengesampingkan harga pokok penjualan (HPP). Mengetahui dengan pasti harga pokok penjualan akan membuat kamu bisa mengetahui dan mentargetkan keuntungan dari setiap barang dan jasa yang kamu jual. Untuk itu kamu harus mengetahui arti harga pokok penjualan dan cara menghitungnya. 

Ingat! Sebesar apapun penjualan yang dihasilkan, harga pokok penjualan akan mempengaruhi keuntungan yang kamu peroleh. Harga pokok penjualan yang terlalu besar bisa memangkas profit. Karena itu, penting menghitung harga pokok penjualan supaya kamu bisa mendapatkan target keuntungan yang kamu inginkan.

Untuk mendapatkan keuntungan yang sudah kamu targetkan, penting menghitung harga pokok penjualan dengan cermat. Simak apa itu harga pokok penjualan, apa saja komponen penghitungnya, dan bagaimana cara menghitungnya.

Arti Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok penjualan adalah jumlah pengeluaran dan beban yang kamu keluarkan untuk menghadirkan barang dan jasa yang akan dijual. Pengeluaran ini baik yang tidak langsung maupun yang langsung. Bisa dibilang, ini adalah modal kamu untuk memperoleh barang modal penjualan.

Harga pokok penjualan akan menjadi komponen yang masuk saat menetapkan harga jual kepada konsumen. Selain harga pokok penjualan, harga jual akan dipengaruhi margin keuntungan. Margin adalah istilah yang digunakan untuk menyebut selisih antara keuntungan dan omzet penjualan. Margin juga sering disebut sebagai margin profit atau selisih keuntungan.

Ini alasan, harga pokok penjualan akan mempengaruhi laba atau keuntungan yang kamu peroleh. Jika harga pokok penjualan terlalu besar, maka kamu harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan yang kamu targetkan.

Tetapi, biasanya, sebagai penjual, kamu tak bisa menetapkan harga jual secara sembarangan. Tentu, kamu tak bisa menetapkan harga jual terlalu tinggi. Harga jual yang kamu tetapkan kepada konsumen akan dibatasi oleh berbagai faktor, seperti kemampuan daya beli konsumen di sekitar lokasi kamu berjualan, kemampuan daya beli target konsumen, dan persaingan harga dengan penjual barang sejenis lainnya. Jika kamu harus menetapkan harga jual terlalu tinggi di luar batas kewajaran akibat harga pokok penjualan yang besar, bisa-bisa, konsumen enggan membeli barang yang kamu tawarkan.  

Di sisi lain, ketika harga pokok penjualan terlalu besar tetapi kamu tak bisa menetapkan harga jual tinggi kepada konsumen, artinya kamu harus mengorbankan keuntungan kamu. Soalnya, kamu akan mengantongi keuntungan lebih kecil.

Komponen Harga Pokok Penjualan (HPP)

Komponen harga pokok penjualan
Komponen harga pokok penjualan

Harga pokok penjualan akan selalu berhubungan dengan penjualan produk. Biaya pembentuk HPP adalah apapun yang bersifat langsung maupun tidak langsung mempengaruhi penjualan barang tersebut. Beberapa faktor utama HPP antara lain:

- Biaya bahan baku atau material dasar

- Biaya tenaga kerja

- Biaya pabrik tidak langsung

- Pasokan produksi

Faktor ini yang membentuk harga dasar suatu produk yang kamu beli. Dalam komponen harga pokok penjualan, hanya biaya bahan baku atau material dasar yang berfluktuasi atau naik turun tanpa bisa terduga. Sedangkan biaya tenaga kerja dan biaya pabrik yang dimasukkan dalam penghitungan, biasanya relatif tetap. Tetapi, sejumlah pengeluaran administratif tidak masuk dalam komponen pembentuk harga pokok penjualan, melainkan menjadi pengurang setelah mendapatkan laba kotor perusahaan. 

Manfaat Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Tujuan mencari harga pokok penjualan adalah mencari harga pokok barang dagangan yang dijual dalam periode penghitungan. Tapi, penghitungan ini tak termasuk pada barang-barang yang tidak terjual atau tersisa. Penghitungan HPP ini akan menghasilkan informasi mengenai laba kotor.

Formulanya yaitu: Laba Kotor = Total penjualan yang diperoleh – Harga Pokok Penjualan (HPP).

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

cara menghitung harga pokok penjualan
cara menghitung harga pokok penjualan

Harga pokok penjualan akan hadir di laporan keuangan laba rugi. Ini artinya, harga pokok penjualan akan mempengaruhi keuntungan kamu. Formula penghitungannya adalah:

HPP = (Persediaan awal + Penjualan) – Persediaan akhir

Sehingga, langkah menghitung harga pokok penjualan adalah:

1. Menemukan angka persediaan awal

Ini adalah persediaan di awal periode penghitungan. Sebagai contoh, jika kamu menjual 30 kain batik dan harga kamu membeli batik itu Rp 70.000 per lembar, maka HPP-nya bernilai Rp 2.100.000.

2. Menemukan angka persediaan akhir

Ini adalah nilai persediaan di akhir periode. Kamu bisa menghitung nilai sisa barang yang kamu punya. Misalnya, kamu masih memiliki 40 lembar batik yang kamu beli seharga Rp 70.000 per satuannya, maka nilai persediaan akhir yaitu Rp 2.800.000.

3. Menemukan biaya penjualan

Dalam periode penghitungan, kamu kemungkinan membeli barang tambahan. Misalnya, kamu membeli 50 lembar batik tambahan tetapi dengan harga Rp 71.000 per lembarnya. Maka, biayanya akan menjadi Rp 3.550.000. Penting untuk menghitung setiap pembelian barang modal dengan harga yang berbeda-beda. Pastikan kamu ikut memasukkan dalam penghitungan.

Maka, penghitungan HPP akan menjadi =

HPP = (2.100.000 + 3.550.000) – 2.800.000

     = 5.650.000 – 2.800.000   

    = 2.850.000

Baca juga: 

Contoh Pembukuan Penjualan Baju yang Bisa Bikin Tokomu Makin Maju

Contoh Pembukuan Penjualan Harian yang Bisa Ditiru dengan Mudah

 

Jenis-Jenis Media Promosi untuk Bantu Tingkatkan Penjualan

Kesimpulan

Harga Pokok Penjualan (HPP) diperlukan untuk mencari laba kotor perusahaan. Laba kotor ini masih harus dikurangi lagi dengan biaya operasional dan beban keuangan lainnya untuk mendapatkan laba usaha. Nantinya, laba usaha masih harus kamu kurangi lagi dengan beban pajak untuk mendapatkan laba bersih.

Karena itu, kamu harus menghitung harga jual kepada konsumen agar bisa menutupi harga pokok penjualan, biaya operasional, dan beban pajak untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Perbanyaklah survey dan mencari tahu harga pokok penjualan yang wajar untuk usaha kamu dari perusahaan sejenis lainnya. Sehingga, kamu bisa mendapatkan target laba yang kamu inginkan. Selamat berhitung!