Download sekarang
  • Media promosi

  • Pembukuan usaha

  • Info bisnis

  • Buku hutang

5 Perbedaan Utang dan Piutang dan Pengertiannya

Perbedaan utang dan piutang yang cara memanfaatkannya (Foto:123rf.com)
Perbedaan utang dan piutang yang cara memanfaatkannya (Foto:123rf.com)

Di dalam dunia usaha, pinjam meminjam adalah aktivitas yang lumrah. Dalam istilah akuntansi, aktivitas ini dikenal sebagai aktivitas utang piutang. Tapi, ternyata, banyak orang tidak mengetahui perbedaan antara utang dan piutang.

Baik utang dan piutang sama-sama melibatkan aktivitas peminjaman sejumlah uang. Karena itu, banyak orang menyamakan utang dan piutang. Sehingga, banyak orang juga yang tertukar dalam penggunaannya karena dianggap sama saja.

Mengetahui perbedaan utang dan piutang sangat diperlukan dalam dunia usaha. Karena sebenarnya, meskipun sama-sama melibatkan aktivitas pinjam meminjam, keduanya berbeda. Perbedaan itu terletak di banyak sisi, mulai dari istilah, pihak yang melakukan pinjam meminjam, fungsinya, sampai pencatatannya di laporan keuangan.   

Ketidaktahuan mengenai perbedaan utang piutang dapat menyebabkan kamu melewatkan manfaat yang bisa didapatkan dari keduanya. Baik utang maupun piutang memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat dari utang dan piutang adalah membesarkan aset. Karena itu, bagi pebisnis, penting untuk mengetahui perbedaaan utang dan piutang dan memaksimalkan aset dari utang maupun piutang.

Tapi, tentu saja utang maupun piutang harus ada batasnya karena memiliki risiko. Terjerat utang dan piutang sama-sama bisa menyebabkan usaha bermasalah. Karena itu, simak penjelasan mengenai perbedaan utang dan piutang ini agar kamu bisa mengerti artinya, fungsinya, dan bagaimana posisinya di laporan keuangan sebagai bagian dari aset.

Pengertian Utang dan Piutang

Pengertian utang dan piutang
Pengertian utang dan piutang

1. Utang

Utang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai uang yang dipinjam dari orang lain. Selain itu, diartikan juga sebagai kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima. Dalam dunia akuntansi, utang sering ditulis sebagai kewajiban atau liabilitas.

Utang bisa juga diartikan sebagai pencarian sumber dana dari eksternal yang menimbulkan manfaat ekonomi. Bentuknya bisa jadi dari pinjaman dari pihak ketiga, pinjaman dari perbankan, pinjaman dari leasing, penerbitan obligasi (surat utang).  

Dari penjelasan di atas, kamu bisa menyimpulkan, utang adalah pencarian dana dari eksternal yang memiliki manfaat ekonomi dan harus dibayarkan kembali kepada pemberi utang. Pemohon utang ini lebih dikenal dengan istilah debitur.

Jenis-jenis utang:

· Utang jangka pendek atau utang lancar (current liabilities/short term liabilities): Ini adalah utang dengan jangka waktu pengembaliannya kurang dari satu tahun.

· Utang jangka panjang (non-current liabilities/long term liabilities): Ini adalah utang yang memiliki masa jatuh tempo di atas satu tahun dan biasanya untuk membiayai kebutuhan jangka panjang perusahaan.    

2. Piutang

Menurut KBBI, piutang adalah uang yang dipinjamkan (yang dapat ditagih); tagihan uang perusahaan kepada para pelanggan yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan.

Bisa diartikan, piutang adalah pemberian pinjaman atau pemberian kredit kepada pihak lain. Pemberi piutang atau kredit ini mudahnya disebut sebagai kreditur. Dalam memberikan piutang, kreditur harus menetapkan masa waktu pengembalian oleh debitur yang sudah disepakati bersama dengan debitur.  

Piutang tidak selalu diberikan untuk kebutuhan debitur, tetapi membawa manfaat ekonomi juga untuk kreditur. Misalnya manfaat bunga dari pemberian uang pinjaman.  

Jenis-jenis piutang:

· Piutang dagang.

Piutang dagang timbul karena ada pembelian barang atau jasa secara kredit dari pelanggan. Dalam piutang barang, biasanya barang sudah dikirimkan atau diterima pelanggan, tetapi belum dibayarkan. Sedangkan piutang jasa muncul saat pengerjaan sudah selesai tetapi belum dibayarkan.

Piutang usaha (account receivable) dan wesel tagih (promissory note receivable) adalah bagian dari piutang usaha. Keduanya diberikan dalam konteks jual beli. Perbedaan dengan wesel tagih adalah piutang yang diberikan karena belum ada ketersediaan kas pelanggan saat ini, sehingga dibuat perjanjian khusus yang mengikat antara penjual dan pelanggan.

· Piutang non-dagang

Piutang non-dagang sering juga disebut sebagai piutang lain-lain. Ini karena yang masuk dalam piutang ini adalah semua jenis pinjaman yang diberikan tetapi tidak berkaitan dengan perdagangan. Piutang lain-lain ini bisa berupa piutang bunga, piutang dalam operasional, kelebihan pembayaran pajak, dan lain sebagainya.

Persamaan Utang dan Piutang

Dari penjelasan tersebut, kamu bisa melihat persamaan utang dan piutang, yaitu:

- Merupakan aktivitas pinjam meminjam

Utang piutang melibatkan dua pihak yaitu yang memberi pinjaman dan menerima pinjaman.

- Memiliki jangka waktu pengembalian atau jatuh tempo atau tenor pinjaman

Masa pengembalian atau tenor pinjaman harus disepakati oleh kedua belah pihak. Tenor pinjaman sebaiknya tidak terlalu memberatkan peminjam sehingga tidak bisa membayar tepat waktu. Jangan sampai juga tenor pinjaman diberikan berlarut-larut sehingga merugikan pemberi pinjaman.

- Mengandung beban bunga

Seperti tenor pinjaman, beban bunga pinjaman juga harus dinegosiasikan. Kreditur dapat memberikan beban bunga sesuai profil risiko debitur. Tetapi, jangan sampai beban bunga terlalu memberatkan debitur sehingga tidak mampu membayar pinjamannya.

- Memiliki manfaat ekonomi

Baik utang maupun piutang memberikan manfaat bagi pelakunya. Keduanya dapat memanfaatkan aktivitas pinjam meminjam untuk memperbesar usaha, asalkan dengan pengendalian utang dan piutang dengan baik.

Perbedaan Utang dan Piutang

Perbedaan utang dan piutang
Perbedaan utang dan piutang

Setelah membaca pengertian uang dan piutang di atas, kamu juga bisa melihat banyak perbedaaan antara utang dan piutang. Yuk, mari jabarkan perbedaan keduanya.

1. Adanya perbedaan pengertian

Dari penjelasan di atas, kamu bisa melihat ada perbedaan besar dari utang dan piutang. Utang adalah aktivitas meminjam dana. Sedangkan piutang adalah aktivitas memberikan pinjaman dana.

2. Perbedaaan pelaku utang dan piutang

Pelaku utang dan piutang memiliki sebutan berbeda. Bagi pemohon utang disebut dengan debitur. Sedangkan pemilik piutang disebut dengan kreditur.

3. Jenis pencatatan di laporan keuangan

Baik utang maupun piutang harus dicantumkan dalam laporan keuangan. Adanya utang maupun piutang dalam usaha dapat membawa dampak bagi arus kas perusahaan. Sementara arus kas dibutuhkan untuk menghidupi kegiatan usaha sehari-hari.

- Utang

Di dalam akuntansi, utang dicantumkan di sisi beban. Ini karena debitur harus mengeluarkan sejumlah uang untuk memenuhi kewajiban pembayaran kembali di masa mendatang. Setiap debitur harus menghitung dengan cermat kemampuan arus kasnya agar dapat memenuhi kewajiban utang.  

- Piutang

Sedangkan piutang terdapat dalam aset lancar yang artinya diakui sebagai kekayaan perusahaan. Pencatatan di laporan keuangan wajib dilakukan karena piutang dapat menambah harta atau aset perusahaan. Kreditur juga harus menghitung dengan cermat kemampuan dia memberikan pinjaman agar tidak menghilangkan potensi pendapatan dan mengganggu arus kas perusahaan.  

4. Perbedaan manfaat bagi pelaku utang piutang

- Utang

Bagi peminjam uang, utang menjadi nafas lebih panjang untuk mengatur ketersediaan uang. Bahkan, utang juga bisa memberikan kesempatan untuk menjalankan usaha kembali sesuai jalurnya. Dalam dunia usaha, utang harus memiliki manfaat ekonomi. Jangan sampai, utang digunakan untuk kegiatan konsumsi semata atau membeli produk yang tidak membawa manfaat ekonomi di masa mendatang.

Karena merupakan kewajiban yang harus dibayar, debitur harus memastikan, utang yang diterima dapat dikelola menjadi usaha yang menghasilkan untung supaya dapat membayar pinjaman kembali dan menghidupkan lagi usahanya.

Semisal, kamu memiliki toko kelontong yang terus berkembang. Karena melihat penjualan disertai pengiriman langsung kepada pelanggan juga bisa memberikan hasil lebih, maka kamu bisa mempertimbangkan mengambil pinjaman untuk membeli mobil pick-up. Mobil ini akan mempercepat penjualan di toko. Belum lagi, mobil ini bisa dipakai untuk mengangkut lebih banyak barang modal dari pemasok. Dengan begitu, arus barang di tokomu bisa lebih besar dan cepat. Ini artinya, pinjaman yang kamu lakukan adalah utang produktif atau membawa manfaat keekonomian di masa mendatang.

- Piutang

Bagi pemberi piutang, pemberian dana pinjaman ini harus diperhitungkan agar tidak mengganggu arus kas. Piutang memberi manfaat mendapatkan pembeli dengan lebih luas, tetapi tanpa mengerdilkan risiko yang berbahaya bagi usaha. Asalkan dikelola dengan baik, piutang memungkinkan kamu menjual barang lebih banyak lagi kepada debitur. Dengan pemberian piutang, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan lain seperti bunga dari pinjaman.  

Ambil contoh, kamu memiliki pelanggan yang dengan kekuatan tunainya membeli barang senilai Rp 5 juta per bulan. Setelah mengetahui penjualan di toko pelanggan cukup lancar, kamu yakin, pelanggan tersebut dapat menjual barang senilai Rp 5,5 juta di tokonya. Karena itu, kamu memberikan piutang dagang berupa barang senilai Rp 500 ribu yang bisa dibayarkan secara dicicil setiap minggu atau dilunasi sekalian di akhir bulan. Dengan pemberian piutang ini, kamu bisa memperbesar penjualan barang total Rp 5,5 juta.

5. Risiko utang piutang macet

- Utang macet

Setiap debitur harus menghitung dengan cermat pinjaman yang dapat ditanggungnya. Debitur dapat melakukan negosiasi dengan kreditur untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan disertai dengan bunga yang dapat ditanggung serta masa jatuh tempo yang dapat dipenuhinya.

Jangan sampai debitur tidak dapat membayar utangnya, baik dari sisi jumlah maupun melewati masa jatuh tempo. Jika debitur tidak sanggup membayar kewajibannya, maka akan masuk sebagai istilah gagal bayar.

Gagal bayar membawa konsekuensi yang buruk bagi debitur semisal penagihan agresif, sita jaminan, masuk dalam daftar hitam atau di-blacklist oleh kreditur, serta kehilangan kepercayaan dari kreditur dan jaringannya. Bahkan, debitur yang mengalami gagal bayar dapat diperkarakan dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan kepailitan.

- Piutang macet

Setiap kreditur juga harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian piutang. Jangan sampai memberikan pinjaman di luar batas kemampuan. Kreditur harus memperhitungan risiko gagal bayar debitur dan menyiapkan pencadangan.

Piutang macet terjadi saat debitur mengalami gagal bayar. Saat ini terjadi, bisa-bisa kamu tidak mendapatkan pemasukan yang seharusnya diterima. Kehilangan pendapatan tentu membawa dampak buruk bagi usaha karena itu artinya uang yang lebih sedikit untuk membiayai operasional sehari-hari, terganggunya arus kas, dan mungkin malah kamu yang kesulitan membayar utang kamu ke pihak lain. Jadi, jangan sampai kamu memberikan pinjaman yang lebih berat daripada yang bisa dicadangkan perusahaan.

Buatlah dengan jelas ketentuan pemberian piutang. Misalnya, pelanggan jenis apa yang bisa mendapatkan pinjaman, dan apa yang akan ditempuh jika pelanggan tak kunjung membayar utangnya.

Kesimpulan

Dengan penjelasan di atas, kamu bisa melihat perbedaan besar antara utang dan piutang. Keduanya memiliki manfaat yang besar juga bagi perputaran usaha. Mengetahui perbedaan keduanya bisa membantu kamu mendapatkan manfaat dari mengambil utang atau memberikan piutang.

Yang perlu diperhatikan adalah, permohonan utang harus disertai perhitungan cermat akan kemampuan membayar kembali kewajiban tersebut. Begitu juga dengan pemberian piutang, harus memperhitungkan kemampuan pencadangan risiko andai debitur mengalami gagal bayar atau molor membayar utang.

Yuk, mudahkan pembukuan usahamu dengan BukuMitra!

Download di Google Play Store