Tips dan Cara Menagih Hutang yang Efektif

Cara menagih hutang yang efektif (Foto:123rf.com)
Cara menagih hutang yang efektif (Foto:123rf.com)

Kamu mungkin sering mendengar keluhan teman bahwa dia tidak bisa menagih utang atau hutang karena yang diberi utang lebih galak. Atau mungkin, kamu sendiri yang mengalaminya?

Dia yang ngutang, dia yang lebih galak pas ditagih,” begitu kira-kira keluhan si teman.

Ada juga keluhan bahwa orang yang diutangi ternyata memiliki gaya hidup hedonis alias konsumtif untuk bersenang-senang. Namun, pas ditagih, alasannya banyak dan terus mengaku tak punya uang. Pasti kesal jika melihat pengutang seperti ini.

Belum lagi, jika orang yang diutangi memasang status curhatan di media sosialnya. “Uang segitu aja pelitnya minta ampun. Ditagih terus!” Ampun deh ya, saat berhadapan dengan orang-orang seperti ini.

Memang, tak banyak orang menyadari, bahwa menagih utang lebih berat ketimbang saat memberi utang. Apalagi, jika kamu memiliki niat baik ingin membantu, maka memberi utang menjadi lebih ringan. Tidak jarang, hubungan pertemanan atau persaudaraan rusak karena utang.

Apa yang harus kamu lakukan jika kamu menghadapi kondisi ini sekarang? Apakah cara menagih utang dengan keras boleh dilakukan? Coba beberapa langkah di bawah ini untuk cari tahu cara menagih utang dan apa yang tidak boleh dilakukan saat menagih.

Cara Menagih Hutang yang Efektif

Cara menagih hutang yang efektif
Cara menagih hutang yang efektif

1. Menagih dengan halus

Cara menagih utang pertama adalah dengan ajak bicara dengan halus. Halus yang dimaksud adalah jangan menggunakan emosi tinggi dulu, ya. Meskipun halus, harus tetap tegas. Ingatkan pengutang, bahwa mereka memiliki kewajiban membayar utang.

Kamu juga bisa menceritakan sedang membutuhkan uang tersebut. Perlu diingat, uang tersebut adalah hak kamu, sehingga kamu tidak perlu takut menyinggung selama dilakukan dengan sopan dan baik.

2. Menanyakan kondisi pengutang

Jika peminjam belum bisa mengembalikan uang, coba tanyakan kondisi keuangan tersebut. Jika memang kamu pernah melihat gaya hidup dia yang hedonis, kamu juga bisa mempertanyakan hal tersebut untuk meyakinkan dugaan kamu mengenai kondisi pengutang.

3. Membicarakan tenggat waktu

Jika peminjam belum bisa membayarkan utangnya, kamu bisa juga memberikan masa tenggang waktu. Upayakan membuat pernyataan tertulis mengenai perpanjangan tenggat waktu tersebut yang ditandatangani dia. Surat perjanjian juga merupakan alat bukti yang sah di mata hukum. Adanya pembuatan surat pernyataan dapat membuat orang tersebut lebih serius menanggapi penagihan.

4. Menawarkan skema cicilan

Jika memang tidak memungkinkan bagi peminjam mengembalikan sekaligus uang tersebut, kamu bisa menawarkan skema cicilan. Cicilan akan membuat pembayaran lebih ringan. Bicarakan dengan baik, berapa besaran uang yang mampu dibayarkan si peminjam agar tidak memberatkan dia dan uang kamu bisa kembali. Ingatkan dia juga, bahwa kamu akan tetap menagih setiap masa pembayaran tiba.

5. Mendatangi rumah si peminjam

Jika dia terus menghindari kamu, coba datangi rumahnya. Kemungkinan besar kamu bisa menemukan dia di rumah. Jika kamu segan, jangan lupa membawa teman menghampiri rumah si peminjam.

6. Meminta bantuan pihak lain

Jika peminjam sulit dihubungi atau ditemui, kamu bisa meminta teman terdekat pengutang untuk membantu mengingatkan mengenai utang tersebut. Ceritakan kebutuhan kamu kepada teman tersebut, agar disampaikan kepada si peminjam.

7. Menghubungi pihak keluarga peminjam

Andai si peminjam masih sulit ditagih utangnya, kamu bisa mencoba jalan menghubungi keluarganya. Ceritakan bahwa si peminjam sebelumnya sudah berjanji mengembalikan uang. Jangan lupa, sampaikan maksudmu dengan sopan dan baik.

8. Cara somasi

Jika cara menagih utang selama ini belum berhasil, kamu bisa menempuh langkah lebih serius seperti mengirimkan somasi. Somasi merupakan surat teguran agar orang yang menerimanya melakukan sesuatu atau menghentikan tindakan tertentu. Somasi menunjukkan kamu memberi kesempatan utang dilunasi daripada diperkarakan di pengadilan. Pengiriman somasi akan menunjukkan kamu serius dalam menagih utang.

9. Pergi ke pengadilan

Jika utang yang dipinjam benar-benar dibutuhkan dan cara somasi tidak berhasil, kamu bisa menempuh jalur hukum ke pengadilan. Kamu bisa mengajukan kepailitan atas peminjam, agar asetnya diukur seluruhnya untuk pembayaran utang. Tapi, cara ini biasanya ditempuh dalam dunia bisnis yang melibatkan utang bernilai besar.

Cara Menghindari Penagihan Utang yang Ribet

Cara menghindari penagihan utang yang ribet
Cara menghindari penagihan utang yang ribet

Jika kamu bukan orang yang tega menagih utang, kamu mungkin harus menyiasati cara ketika orang datang padamu untuk berutang. Apalagi, jika kamu tahu si pengutang bandel datang, sebaiknya kamu mulai belajar cara menolak pemberian utang. Berikut sejumlah langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghindari pemberian utang.

1. Menolak

Kalau kamu tidak cocok dengan cara menagih utang dalam cara apapun, sebaiknya kamu menolak untuk memberikan utang. Kamu tidak perlu merasa bersalah jika menolak. Jika kamu ingin membantu si pengutang, cobalah mencari cara lain. Misalnya, membantu dia mencari penghasilan tambahan atau bantuan lain yang tidak melulu materi.

2. Memberi pinjaman dengan jumlah yang mampu dipinjamkan

Kamu tidak perlu memberikan semua permintaan utang yang diajukan. Jika kamu mengetahui si pengutang akan sulit mengembalikan utang, pinjamilah sejumlah uang yang mampu kamu ikhlaskan. Kamu boleh menagih kepada pengutang. Tetapi, seandainya si pengutang susah ditagih, setidaknya, kamu merasa tidak kehilangan banyak uang.

3. Membuat aturan yang jelas

Jika kamu ingin memberikan bantuan dalam bentuk utang, pastikan kamu membuat aturan yang jelas. Dengan begitu, si pengutang tidak berlarut-larut mengembalikan uang yang dipinjamnya.

4. Jangan pinjamkan uang dari dana darurat atau rekening keluarga

Nah, meskipun ingin membantu seseorang, sebaiknya kamu tidak mengutak-atik simpanan keluarga atau dana darurat untuk keluarga untuk dipinjamkan sebagai utang. Ini untuk menghindari kamu kekurangan dana saat ada kondisi darurat yang membutuhkan dana simpanan darurat.

5. Mempertimbangkan kemampuan calon peminjam

Tidak semua peminjam uang mengalami masa surut berlarut-larut. Ada juga orang yang sedang mencari pinjaman untuk dana talangan sementara atau untuk rencana bisnis. Sebelum meminjamkan dana, sebaiknya kamu nilai dulu potensi pengembalian dana dari si peminjam. Apakah bisnisnya bisa menghasilkan sehingga nanti uang dikembalikan? Bicarakan dengan detail bersama si peminjam dana.

Tips Cara Menagih Utang untuk Individu dan Pelanggan Bisnis

Cara menagih utang boleh saja beragam. Tapi, kamu juga perlu melengkapi diri seandainya si peminjam mengemplang utang. Nah, ada beberapa cara agar kamu bisa membuat si peminjam tak berkutik saat akan mengingkari utang.

Pertama, buat perjanjian utang piutang. Buatlah perjanjian utang piutang sederhana jika kamu akan meminjamkan utang. Isi dari surat utang piutang ini adalah keterangan para pihak yang ditulis dengan jelas, jumlah yang dipinjamkan, tenggat waktu yang dijanjikan, serta sanksi yang akan diberikan jika pengutang mengingkari utang. Surat perjanjian utang piutang ini harus ditandatangani kedua belah pihak.

Kedua, simpan semua bukti utang piutang. Simpanlah dengan baik surat perjanjian utang, bukti transfer uang, atau kuitansi pemberian dan penerimaan uang. Bukti-bukti ini memiliki nilai hukum yang bisa kamu gunakan dalam penyelesaian utang piutang.

Ketiga, mencatat piutang. Jangan malas mencatat utang yang kamu berikan. Catat juga berapa cicilan yang sudah dibayar si peminjam. Catatan utang ini untuk menghindari kamu melakukan kesalahan saat menagih utang.

Kesimpulan

Menagih utang memang tidak mudah dan perlu kesabaran tinggi. Banyak alasan yang menyebabkan si peminjam kesulitan membayar utang tepat waktu. Bisa jadi dia memang sedang dalam kesulitan keuangan, lupa memiliki utang, atau bahkan memang tidak berniat membayar utang. Kamu bisa menggunakan sejumlah cara ini untuk menagih utang.

Tapi, perlu kamu ingat, cara kamu menagih utang tidak boleh dengan kekerasan atau sita jaminan paksa. Kamu bisa terkena bumerang kasus pencurian atau kekerasan karena melakukan hal tersebut. Karena itu, daripada tidak bisa menagih utang di masa mendatang, ada baiknya kamu menolak memberikan piutang atau memberikan utang dengan nilai yang bisa kamu ikhlaskan kepada pengutang. Jika kamu bisa menagih utang dengan cara baik, uang berpeluang kembali dan silaturahmi tetap terjaga.